Arsip

catatan pertama

07.41.00

Tahun 2016 telah berjalan selama 1 jam 28 menit. Aku tak bisa tidur karena memang aku tidak terbiasa tidur jam segini. Biasanya aku tidur jam 2 pagi dan kadang – kadang telat sholat shubuh. Kebiasaan yang buruk. Sedangkan aku sendiri adalah calon hafidz qur’an. Saat ini aku telah hafal juz 29 secara keseluruhan kecuali surat al maarij dan surat nuh. Mulai shubuh nanti aku sudah menginjak surat al ma’arij.
Aku sedang membaca buku karya Soe Hok Gie. Sebuah kumpulan catatan harian yang dibukukan. Dalam film Gie, ia digambarkan sebagai orang China berwatak keras lagi Atheis. Ia selalu membicarakan Tuhan sekehendak nafsunya sendiri. bertuhan tapi tidak beragama.
Menurutku, ditahun 2016 ini hal tersebut sangatlah langka. Meskipun seseorang itu tidak pernah melakukan sholat atau tidak ke gereja atau vihara, setidak – tidaknya ia tetaplah beragama. Ya, agama KTP. Meskipun pula ia akan ngeles saat ditanyakan apa agama yang sedang dianutnya saat ini – hal tersebut biasanya akan terjadi kalau seseorang tersebut sedang melakukan suatu hal buruk dan bertentangan dengan prinsip agama yang dianutnya.
Aku tidak akan usil terhadap agama selain islam. Biarkan saja ia menjalankan agamanya masing – masing. Bahkan kalau perlu diakomodir. Tapi aku sangat menyayangkan jika seorang muslim tidak menjalankan agamanya dengan baik. Bahkan tidak tahu apa yang boleh bahkan wajib dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.
Ada saja orang yang tidak tahu batasan – batasan tersebut – biasanya orang tersebut lemah imannya. Hasil dari didikan orang tuanya yang tidak mementingkan penanaman aqidah dengan baik. Ciri orang yang paling nampak kalau seseorang tersebut lemah imannya dan bodoh tentang aqidah ialah tidak pernah melakukan sholat wajib. Meskipun itu sholat jum’at.
Orang tersebut harus disadarkan sebelum ajal menjemputnya. Takutnya ia masuk neraka karenanya. Ya.... tak apa jika ia sendirian masuk neraka sendirian, takutnya karena orang tersebut tidak tahu tentang aqidah, orang islam lainnya jadi kena batunya.
“Kenapa kamu enggak tahu aqidah? Bukankah kamu beragama islam?” Tanya Allah dalam pengadilan akhirat.
“Aku tidak pernah diajarkan orang islam lainnya, Allah. Orang islam dinegeriku acuh tak acuh dengan agama. Mereka tidak mau mengajarkan aku tentang agama.”
“Siapa saja orang yang tidak mau mengajarkanmu perihal agama? Sebutkan!” TanyaNya penuh kemarahan.
Calon penghuni neraka itupun menyebutkan satu persatu orang yang mau mengajarkannya perihal agama. Termasuk keluarganya.
“Sudah, kamu masuk neraka sekalian”
Tapi katanya sih meskipun seseorang itu divonis akan masuk neraka, ia tidak akan kekal didalamnya selama ia masih mempunyai iman didalam hatinya dan tidak melakukan perbuatan syirik selama hidupnya. Beda dengan orang kafir yang selama – lamanya akan masuk neraka dan tidak ada kompensasi tentang itu.
Yang jadi masalahnya, apakah manusia tersebut mau dicuci dulu dineraka kemudian masuk surga – pada akhirnya – atau masuk surga tanpa harus masuk neraka terlebih dahulu? Kalau aku sih ogah. Aku lebih memilih masuk surga tanpa hisab. Meski itu hanya satu detik. Makanya aku menjalankan kewajibanku sebagai muslim sekuat tenaga. Sebuah perbuatan dosa mungkin pernah kulakukan – sengaja ataupun tidak.
Ah, sudahlah. Kulanjutkan nanti lagi. Aku mau tidur. wassalam.



  • Share:

You Might Also Like

4 komentar

  1. Wah,mantap tulisannya.
    I like it..
    Oh ya, ada ketinggalan kata "tak" ketika calon penghuni neraka menyebutkan orang-orang...
    :) :)

    BalasHapus
  2. Wah,mantap tulisannya.
    I like it..
    Oh ya, ada ketinggalan kata "tak" ketika calon penghuni neraka menyebutkan orang-orang...
    :) :)

    BalasHapus

tinggalkan jejak dibawah ini
PS:
sekiranya ingin menambah tali silaturrahim, silahkan follow twitter saya di @RealRiMuTho