Arsip

nasionalisme

04.42.00

Tidur setelah sholat shubuh tidaklah bagus dari segi kesehatan. Aku selalu berusaha sekuat tenaga untuk tidak tidur dipagi hari – walau tidak selalu berhasil.
Orang yang sering tidur dipagi hari, selalu diidentikkan dengan pemalas. Dan biasanya akan terserang penyakit jika terlalu sering. Raut wajahnyapun akan beda dan terlihat tidak segar dibandingkan orang yang tidak pernah membiasakan tidur dipagi hari. Aku pernah merasakan perbedaan tersebut.
Kadang, kalau aku tidur dipagi hari, aku akan merasa lemas dan terasa letih secara bersamaan. Semangatpun jadi berkurang. Tapi nampaknya, hal ini sudah menjadi budaya untuk Indonesia. Pantaslah kalau Indonesia dikatakan sebagai negeri yang terbelakang. Mungkin kalian – para pembaca blogku yang budiman – akan menyangkal ini dengan memberikan dalih atau alasan – alasan, tapi bukan itu point dari yang ingin kusampaikan disini, point inti yang ingin kusampaikan disini adalah marilah kita berusaha untuk bangun pagi dan berolahraga setelahnya – tentu yang beragama islam sholat shubuh terlebih dahulu, agar tubuh jadi sehat dan segar. Agar bisa beraktifitas dengan semangat. Dan pastinya, insya allah, akan terhindar dari penyakit. Terlebih sekarang – sekarang ini. Negeri ini butuh sekali pemuda sehat dan berpikiran luas demi pembangunan harga diri bangsa. Ya, harga diri bangsa. Bukan hanya lewat pembangunan dari segi ekonomi atau fisik semata yang membuat negara ini berkembang dan bisa menyaingi kekuatan dari negara maju seperti amerika, inggris dan lain sebagainya. Tapi juga lewat pembangunan harga diri.
Harga diri bangsa dalam hal ini bisa diartikan dengan kepercayaan diri penduduknya. Ya, disadari atau tidak, harga diri bangsa sudah digadaikan ke bangsa asing secara perlahan – lahan. Lewat berbagai cara. Dengan menggenjot investasi dari pihak luar dan berhutang ke negara – negara luarpun salah satunya. Neoliberal.
Sungguh, aku bukanlah seorang ahli ekonomi. Pun, aku tidak terlalu mengerti apa itu neoliberal yang selalu dikatakan oleh para ekonom yang mengkritik kebijakan presiden yang berhutang kepihak luar. Tapi pasti yang kutahu, negara ini sedang ingin dijual oleh oknum – oknum yang ingin memperkaya diri sendiri. Kalau anda jeli, diera pemerintahan sekarang, presiden menggenjot investasi dari luar dan berhutang keluar negeri demi “pembangunan”, katanya. Karena, hal tersebut hanya menguntungkan bangsa asing. Bangsa yang memang dari dulu tidak perduli dengan kemajuan bangsa. Lihat sekarang, kita lebih bangga tatkala kita memakai produk bangsa luar dibanding memakai dari produk dalam negeri. Padahal kalau ingin lebih diteliti lagi, kualitas produk yang dihasilkan anak negeri tak kalah hebat dibanding bangsa luar. Kalau urusan branding, kuakui, mereka lebih baik. Nah, itu adalah tugas kita untuk memperkenalkan produk bangsa dibantu oleh kebijakan pemerintah. Membuat anak bangsa melek dengan produk sendiri.
Menurut hematku, salah satu cara untuk memperkenalkan produk sendiri adalah dengan bangga dan selalu membeli produk dari negeri sendiri. Kemudian memperkenalkannya keorang lain. Ke negara lain sambil berkata, “ini adalah produk asli buatan indonesia”. Sambil menjelaskan kehebatan produk tersebut.
Aku ingin, suatu hari nanti, produk buatan asli indonesia bisa dipajang di mal – mal indonesia nomor wahid dan para pengrajin atau pembuat produk tersebut jadi kaya dan bisa menghidupi keluarganya.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar

tinggalkan jejak dibawah ini
PS:
sekiranya ingin menambah tali silaturrahim, silahkan follow twitter saya di @RealRiMuTho