Arsip

Dan, tugas akhirpun mendekat

04.21.00

Seringkali, dalam membuat kalimat, aku kesulitan saat menyambungnya lagi. Tapi walau bagaimanapun, aku harus tetap melanjutkan kalimat – kalimat tersebut menjadi sebuah kesatuan paragraf utuh agar bisa dinikmati oleh pembaca. Dan juga, ini adalah komitmen terhadap diri sendiri untuk selalu menulis setiap minggu minimal satu halaman. Meski, mungkin bentuknya akan jadi sampah atau tidak ada yang membaca. Itu tidak jadi soal. Bahkan, topik yang dibahas itu sama, tidak jadi soal. Yang ditekankan disini adalah menjaga komitmen diri untuk selalu menulis minimal satu halaman dalam satu minggu.
Kembali ke kalimat pembuka diatas, aku seringkali kesulitan dalam menulis dikarenakan aku kesulitan dalam merangkai kata – kata. Aku kesulitan dalam membuat kalimat – kalimat menjadi kesatuan paragraf yang indah. Menarik untuk dibaca. Terkadang, terutama saat paragraf itu selesai ditulis, aku merasakan sesuatu yang kurang dari tulisanku itu. Diksi yang kupakai kurang indah. Kurang dapat memahamkan pembaca. Semoga saja, seiring berjalannya waktu, aku dapat mengatasi kekuranganku ini.
Semester enam didepan mata. Tinggal menunggu pembagian kelas saja. Artinya, aku harus mencari bahan untuk membuat TA. Tapi untuk menyusun TA, aku mempunyai kendala. Untuk membuat TA, mahasiswa harus punya IPK sekurang – kurangnya 2,75. Sedangkan IPKku kurang dari itu. Agar bisa membuat TA, mau tidak mau aku harus ikut perbaikan nilai atau HER. Aku tidak tahu, kapan lagi jadwal HER datang. Sebenarnya bulan Februari kemarin ada HER tapi aku tidak mendaftar. Ketiadaan uang jadi kendala sedangkan minta ke orang tua, aku segan. Tidak enak. Takut dimarahi dan diceramahi. Padahal, banyak nilai – nilai yang D.
Untuk itu, aku mempunyai dua pertimbangan: Satu, ikut ujian komprehensif dan lulus tepat waktu. Dua, ikut HER agar bisa menyusun TA. Konsekuensinya, kelulusanku ditunda sampai tahun depan.
Entahlah. Aku belum memikirkan tentang kelulusan. Yang ada dipikiranku saat ini adalah bagaimana caranya agar aku bisa mencapai target bulanan yang telah aku buat sendiri.
Mungkin terdengar aneh dan lucu. Aku hidup dengan jadwal harian yang biasa kusebut dengan “hal yang harus kulakukan”. Sejak aku duduk dikelas tiga dipesantren, aku terbiasa dengan itu. Walau, jadwal harian yang kubuat selalu berubah – ubah sesuai dengan mood – untuk sekarang ini, semoga tidak berubah lagi. Amin. Tapi itulah aku. Itulah diriku. Dan aku menyenangi aktifitas itu. Walau agak sedikit terbebani.
Aku membuat “hal yang harus kulakukan” bukannya tanpa tujuan. Tujuan dari membuat jadwal tersebut agar aku mudah dalam menggapai target tahunan yang kubuat sendiri. Selama aku bisa mencapai target bulanan, Insya Allah target tahunan akan tercapai juga. Sebab, target bulanan yang kubuat, mengikuti target tahunan. Hampir semuanya.
Dari mulai tidur pagi, sholat dhuha, menghafal alqur’an – minimal – satu ayat dalam satu hari, muroja’ah hafalan alqur’an – minimal – satu juz perhari, menulis dan lain sebagainya. Semuanya sudah kuatur sedemikian rupa mengikuti target bulanan yang kubuat.
Dan aku harus baca alqur’an satu ‘ain setiap sehabis sholat fardlu – tergantung ayat yang mau dihafal – agar hafalan alqur’annya menempel diotak. Yang artinya, dalam setiap hari, sekurang – kurangnya aku membaca lima kali dalam sehari ayat yang mau kuhafal. Insya allah menempel kuat selama muroja’ah tetap kulakukan setiap hari pula. Ah, kalau aku membayangkan bisa menjadi hafidz qur’an, aku seperti merasa satu kakiku berada disurga. Hm..... sungguh nikmat rasanya.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar

tinggalkan jejak dibawah ini
PS:
sekiranya ingin menambah tali silaturrahim, silahkan follow twitter saya di @RealRiMuTho