Arsip

rihlah zona selatan

05.12.00

Sebagai manusia yang ingin mempunyai masa depan yang cerah, aku harus tahu apa yang aku inginkan untuk beberapa tahun kedepan. Agar targetku bisa tercapai, aku harus merancang planning sampai batas waktu tertentu. Sampai tahun 2034, aku sudah merancang sebuah planning atau target yang insya allah akan tercapai jika aku bersungguh – sungguh menggapainya.
Dalam dua bulan liburan semester lima kali ini – dari pertengahan januari hingga pertengahan maret, aku patut mengucapkan hamdalah. Sebab, ada banyak kegiatan yang membuat aku tidak merasa boring selama liburan kali ini. Ada saja kegiatannya. Entah itu rihlah, entah itu rekreasi atau lain sebagainya.
Seperti pertengahan bulan ini. Kami dari Badaris Zona Selatan – Fatmawati, Depok dan Bogor – pergi rihlah ke Curug Cilember. Dalam rangka mempererat tali silaturrahim. Kami – Badaris Fatmawati dan Depok – pergi ke Curug Cilember dengan menaiki angkot carteran. Tiga mobil. Jadwal yang seharusnya kumpul di stasiun Bogor jam sembilan ngaret dengan terlambatnya kami tiba di stasiun tersebut. Ketua pelaksana yang saat itu dipegang oleh ro’is Badaris Depok sempat memarahi kami karena terlambat. Walau begitu, tidak mengurangi ekspektasi kami untuk rekreasi kesana. Ternyata, saat tiba disana, kami agak kesulitan dalam mencari tempat yang cocok untuk beristirahat. Hampir satu jam kami menaiki curug tersebut hanya untuk sekedar mencari tempat yang pas untuk beristirahat. Alhamdulillah, dapat. Tempatnya dicurug tujuh. Diatas kami ada warung kecil – kecilan yang menyediakan berbagai macam makanan. Dari mulai mie instan sampai nasi goreng. Kami tiba disana sebelum dzuhur. Setelah pembukaan dan sambutan selesai, acara kami pending dengan sholat dzuhur berjama’ah. Aku yang bertugas sebagai seksi perlengkapan menyiapkan tempat sholat dengan menggelar spanduk sebagai alas duduk sekaligus sajadah untuk sholat.
Selesai, kami melanjutkan acara dengan agenda tausyiah yang diisi oleh akhina Muhammad Taufiq N. A. Diakhiri dengan sesi tanya – jawab yang seru. Rata – rata yang bertanya adalah kami dari Badaris Fatmawati.
Setelah itu, baru, acara inti dimulai. Games. Games kali ini dibagi jadi dua sesi dan, seperti biasa, dua bagian – perempuan dengan perempuan, laki – laki dengan laki – laki. Games pertama adalah membalikkan spanduk yang hanya berukuran 50 x 50 cm. Peraturannya adalah spanduk tersebut harus diinjak oleh empat orang dan hanya satu kaki dari dua orang yang boleh keluar. Alhamdulillah, grup yang salah satunya beranggotakan aku menang meski salah satu dari anggota grup tersebut berbadan besar. Kami menang sepersekian detik dari grup lawan.
Dan games yang kedua tidak kalah serunya dengan games yang pertama. Pecah balon. Games dibagi dua kelompok yang beranggotakan empat orang. games ini hampir sama dengan permainan ular tangga tapi bedanya kalau permainan ular tangga harus memisahkan kepala dengan ekornya kalau permainan pecah balon adalah harus memecahkan balon lawan yang ada dibelakang kelompok lawan. Jarum untuk memecahkan balon dipegang oleh kepala dari kelompok tersebut. Games belangsung seru. Beberapa kali dari kami harus mengulangi games itu dikarenakan kolompok kami atau kelompok lawan beberapa kali putus dan kadang juga karena area yang kurang luas – samping kami adalah jurang. Walau tidak dalam. Meski begitu, kami memainkannya dengan antusias. Dan kali ini, kami harus mengakui kelompok lawan dalam permainan ini. Kami kalah.
Agenda kali ini diakhiri dengan sesi bebas. Kebanyakan dari mereka pergi ke air terjun untuk sekedar foto – foto atau mandi di airterjun. Kami berkumpul lagi ditempat yang sama jam tiga. Setelah bersih – bersih, kamipun pulang. Tidak lupa sholat ashar berjama’ah terlebih dahulu.


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar

tinggalkan jejak dibawah ini
PS:
sekiranya ingin menambah tali silaturrahim, silahkan follow twitter saya di @RealRiMuTho