Arsip

07.25.00

16072014 Sesuatu yang dilakukan berulang – ulang melahirkan kebiasaan. Entah itu baik atau buruk. Kebiasaan baik perlu dipertahankan. Yang buruk perlu dibuang. Saat aku mengalami masalah, aku biasanya akan lebih banyak diam. Jika itu pelik, aku biasanya menghindar. Pergi sejauh mungkin dari masalah tersebut. Kusadari itu memang salah, tapi itu sudah menjadi kebiasaan. Kebiasaan buruk yang membuatku secara sadar menganggap bahwa diriku belumlah dewasa secara sikap dan pemikiran. Banyak dari segi sikap dan pemikiran – terutama sikap – yang harus diperbaiki. Mulai dari cara menghadapi masalah, cara berpakaian dan lain sebagainya. Sejujurnya, sebelum aku keluar dari pesantren – aku nyantri di pondok pesantren Daarul Rahman selama tujuh tahun – aku cenderung memakai pakaian asal – asalan. Asalkan pakaian itu berbentuk celana dan baju, pasti aku pakai. Sekalipun itu kebesaran – nanti kalau ingat akan aku ceritakan mengapa aku sering memakai pakaian yang kebesaran. Tapi sekarang situasinya berbeda. Lingkaran sosialku bukan hanya laki – laki saja. Ada wanita didalamnya. Dan lagi, cara berpakaiannya tidak sama dengan di pesantren. Ada yang tertutup, ada juga yang terbuka. Mempertontonkan aurat mereka seenak udelnya. Mau tidak mau aku harus merubah cara pandang. Pakaian lusuh, harus ditinggalkan. Kalaupun itu terpaksa dipakai, lebih baik dipakai untuk dirumah saja. Yang notabene, yang memperhatikanku hanyalah keluargaku saja. Ah, sedikit demi sedikit aku harus meninggalkannya seustu yang berbau tidak rapih dan kumal. Kan tidak mungkin aku memakai pakaian ala gembel diluar rumah. Seperti ini:

  • Share:

You Might Also Like

3 komentar

  1. hai, saya berkunjung, saya juga punya impian jadi penulis lho :)

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. terima kasih sudah berkunjung
    sheep. semoga tercapai impiannya

    BalasHapus

tinggalkan jejak dibawah ini
PS:
sekiranya ingin menambah tali silaturrahim, silahkan follow twitter saya di @RealRiMuTho