Arsip

menulislah!

08.27.00

Sampai saat ini aku belum menemukan ide untuk menulis sedangkan deadline tinggal sebentar lagi. Maka dari itu aku harus memaksakan diri untuk menulis agar terjaga kontinuinitas.
Ketika aku menulis, aku sedang mendengarkan lagu Sami Yusuf yang berjudul Hasbi Rabbi. Suaranya bagus, musiknya juga. Iramanya mengingatkanku dengan qashidah yang sering kudengar dipesantren meski ada irama atau bunyi – bunyian yang lebih modern. Mungkin lebih ke gambus.
Aku tidak terlalu paham mengenai musik, terlebih memainkannya. Tapi aku sangat menyukai musik. Ketika menyendiri dikamar, biasanya aku sering setel musik. Entah itu lagu rock atau lagu religi. Bahkan aku juga sering setel murattal. Biasanya surat dalam juz yang sedang kuhafal; juz 29 dan 30. Selain karena durasinya yang pendek seperti musik pada umumnya, juga untuk menjaga hafalan alqur’anku.
Saat ini aku sedang menghafalkan surat Nuh ayat 20 sampai ayat terakhir. Sedang melancarkan hafalan agar lancar ketika setoran hafalan. Biasanya setelah setoran hafalan, kucatat di kertas jadwal harian yang biasa kunamakan dengan “hal yang harus kulakukan”. Nama itu terinspirasi dari film Harry Potter yang salah satu karakterya mendapat julukan “you kow who”. Setahuku itu julukan bagi Lord Voldemort.
Alhamdulillah, sejauh ini, kuantitas hafalan alqur’anku semakin bertambah. Hampir dua juz. Hanya saja, aku jarang mengulang – ulang hafalan. Dalam sebulan, mungkin hanya satu atau dua kali aku muroja’ah hafalan. Belum nambah – nambah sampai sekarang.
Belum lagi dengan kuantitas menulis.
Ya, aku masih belum konsisten dalam menjalankan “hal yang harus kulakukan” padahal segala hal sudah kulakukan agar konsisten dalam menjalankan “hal yang harus kulakukan”. Bahkan, mengenyampingkan hal lainnya. Tapi aku tetap optimis bahwa Allah akan membayar segala jerih payahku suatu hari nanti. Bukan sekarang. Tapi esok.
Tugas dari seorang hamba adalah berusaha. Setelah itu, bertawakkal. Menyerahkan segala sesuatu kepada Yang Maha Kuasa.
Menurut orang tuaku, aku sedang bermimpi dan menganggap menulis itu pekerjaan yang sia – sia. Tidak menghasilkan dan mendatangkan uang. Buktinya, aku Cuma bisa tidur – tiduran dikamar. Padahal, aku dikamarpun sedang berfikir. Sedang mencoba untuk menulis terus menerus. Merangkai kalimat jadi sebuah kesatuan yang utuh agar bisa dinikmati oleh pembaca dan semoga bisa memberikan value lebih kepada para pembaca meski kebanyakan malah jadi curhat dan mengeluh seperti sekarang ini. Tidak apa – apa. Yang penting menulis. Sampai kapan? Sampai ajal menjemput mungkin. Toh, Van Gogh, pelukis beraliran pasca impresionis terkenal setelah ia meninggal. Chairil Anwarpun juga begitu. Jadi, jangan takut kalau hari ini belum terkenal layaknya penulis – penulis yang bukunya nangkring di toko – toko buku ternama. Tulis saja dulu. Setelah selesai, baru diperbaiki. Edit. Mungkin ada yang kurang atau ada bahasa yang harus diperhalus agar lebih mudah dipahami pembaca dan lain – lain. Sedangkan aku mewajibkan diri sendiri untuk menulis dua halaman per hari. Apapun itu bentuknya; entah cerpen, novel atau diary pribadi. Meski, tidak konsisten setiap hari.
Menulislah!

  • Share:

You Might Also Like

4 komentar

  1. Jika kamu ingin hidup selamanya, maka menulislah. Oleh Cholis Akbar ketua redaksi majalah Hidayatullah.

    Menulis sama nilainya mengabadikan. Mengabadikan segala hal. Jika manusia kalah panjang usianya dengan nafsunya, maka segala apa yang kita lihat kalah panjang kekalnya dengan sebuah karya.

    Benar sekali, perbaikan dilakukan sambil berjalan. Niat yang baik ini harus dikembangkan, sebab kewajiban manusia setelah membaca adalah menulia.

    Saya sebagai pembelajar filsafat hanya mengingatkan bahwa Plato dan Aristoteles seorang filsuf kondang dari Yunani tetap hidup nama dan ilmunya karane sebuah tulisan.
    Percaya tidak percaya, seluruh ilmuan mufakat bahwa hampir seluruh pola pikir manusia di dunia ini terpengaruhi oleh karya kedua filsuf kondang tersebut. Khususnya negeri Barat.

    So menulislah sampai tertidur nyenyak !

    BalasHapus
  2. hahahaha. sayangnya saya belum berkenalan dengan Plato dan Aristoteles. but, thanks atas wejangannya hehehehe

    BalasHapus
  3. Blog walking bro, mantap tulisannya

    BalasHapus

tinggalkan jejak dibawah ini
PS:
sekiranya ingin menambah tali silaturrahim, silahkan follow twitter saya di @RealRiMuTho