Arsip

demi target

00.49.00

Dalam menulis, aku mencoba untuk tak selalu memperturutkan mood. Agar disiplin. Terlebih untuk blog. Seminggu sekali, aku harus selalu membuat postingan baru. Sedikit atau banyak yang baca, tak jadi soal. Begitu juga untuk isi.
Sekarang – sekarang ini, isi tulisanku hampir selalu berkaitan dengan diri sendiri. Padahal tujuan awalnya membuat blog ini adalah latihan membuat cerita fiksi. Namun apa mau dikata, aku belum bisa menghadirkannya disini. Bukan. Bukan berarti aku tidak pernah mencobanya. Juga bukan berarti aku tidak punya cerita fiksi sama sekali. Ada beberapa cerita pendek yang berhasil aku buat. Hanya saja, aku belum bisa menghadirkannya di sini. Lebih tepatnya mungkin belum berani. Untuk sekarang ini, aku hanya bisa menghadirkan catatan – catatan yang sifatnya personal dan mungkin sebaiknya disimpan dalam file tersendiri. Karena mungkin hanya akan membuka aib sendiri dan tidak banyak memberikan faedah. Bahkan mungkin mudhorot. Ah, sudahlah. Sebaiknya aku tulis saja apa yang aku bisa. Tak usah takut tentang suatu apapun. Kalau dipikirin terus, lama – lama aku tidak akan menulis. Apalagi dua tahun yang lalu.
Kalau boleh jujur, blog ini sebenarnya sudah ada dari tiga tahun yang lalu. Karena terlalu sibuk kuliah dan mengikuti kegiatan UKM Rohis dikampus, aku memutuskan untuk vakum selama tiga tahun. Hanya beberapa tulisan yang sempat hadir dalam rentang waktu tersebut. Sekarang pun sebenarnya aku masih sibuk mengurusi UKM Rohis kampus. Bahkan menjadi ketuanya. Tapi untuk sekarang ini, aku mencoba untuk mengatur waktu agar semuanya bisa berjalan dengan baik. UKM kampus bisa berjalan dengan baik, target untuk memposting blog seminggu sekalipun bisa berjalan dengan baik pula. Tapi bukan berarti aku “puasa” menulis juga. Aku tetap menulis tapi bukan untuk dibaca orang lain. Aku menulis untuk diri sendiri. Membuat catatan harian. Yang sudah kubuat semenjak aku duduk dikelas tiga di pesantren.
Selain menjadi penulis, aku juga ingin menjadi akademisi yang bergelar – minimal – doktor dan menjadi penghafal alqur’an tiga puluh juz. Dalam hal ini, aku ingin sekali menghancurkan liberalisme, pluralisme dan sekularisme yang ada di Indonesia. Khususnya yang ada didalam ranah kampus. Menurutku, keadaan universitas – universitas di Indonesia cukup memprihatinkan. Terlebih universitas yang belabel islam. Mereka belajar agama bukannya semakin yakin dengan agama yang dianutnya, malah semakin ragu. Bahkan ada yang berani mengatakan alqur’an harus direvisi segala. Sebab menurut mereka, alqur’an yang ada sekarang ini sudah tidak relevan lagi. Tidak sesuai dengan zaman. Astaghfirullah.
Untuk memuluskan niatku, aku sampai membuat planning sampai tahun 2034. Target – target apa saja yang musti kuraih. Sudah kubuat semua. Dari A sampai Z.
Target untuk tahun 2015 adalah bisa menerbitkan novel, hafal alqur’an juz 30 dan khatam alqur’an. Paling tidak akhir Desember tahun depan, novel selesai ditulis. Tinggal diserahkan ke penerbit. Sebenarnya targetku untuk tahun depan ada lima. Tapi kemungkinan untuk bisa mendapatkan dua target yang lainnya sangat kecil. So, sebaiknya aku konsentrasi mendapatkan tiga target lainnya.
Semoga aku bisa mendapatkan apa yang sudah menjadi targetku selama ini. Sebab, aku hidup untuk target dan apapun akan kulakukan demi target yang sudah susah payah kubuat. Entah bagaimana caranya.


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar

tinggalkan jejak dibawah ini
PS:
sekiranya ingin menambah tali silaturrahim, silahkan follow twitter saya di @RealRiMuTho