Arsip

KGB atawa Komunis Gaya Baru

18.29.00


Banyak pertanyaan yg menuntut jawaban hinggap dikepala. Namun apa daya. Aku tak mampu menjawabnya satu persatu meskipun sudah berpuluh – puluh buku kubaca. Hanya saja, ada sebuah postingan menggelitik dari instagram seorang artis yang ia repost dari blog seorang Stand Up Comedy asal Papua. Yang tidak setuju dengan statement seorang diplomat cantik yang baru – baru ini jadi viral media terkait pelanggaran HAM di Papua. Aku tidak terlalu mengerti akar masalah dari pelanggaran HAM tersebut. Namun aku tertarik untuk membaca postingan artikel yang ia post di blog. Sekedar untuk pengetahuan saja. Biar tahu - meskipun sedikit - tentang kondisi Papua dari sudut pandang orang yang pernah tinggal di Papua.

Kebangkitan ideologi Komunis pun perlu kita waspadai. Karena dari sejarahnya – terutama ketika terjadi gerakan 30 September 1965 – komunis bertentangan dengan agama. Tidak ada persamaan sama sekali. Yang kala itu hanya satu yang terjadi, “membunuh atau terbunuh”. Tidak ada jalan damai kecuali hal tersebut. Mirisnya sekarang, tidak ada lagi pemutaran film pemberontakan G30S/PKI karya Arifin C Noer. Kata sebagian orang, film tersebut hanya “bualan” semata untuk merebut kekuasaan dari tangan Soekarno kala itu. Entahlah. Mana yang benar. Yang pasti, ideologi tersebut tidak sepantasnya eksis dinegara ini yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa ini.

Tentu banyak pihak bertanya, “mengapa film tersebut tidak lagi diputar oleh pemerintah?” terutama dikalangan Kiyai dan pesantren yang mengalami trauma akan sejarah tersebut. Mengapa saya sebut trauma? Dikarenakan pada saat itu, banyak santri – santri dan kiyai yang terbunuh karena melawan komunis. Dan hal ini sengaja dikaburkan oleh pihak – pihak tak bertanggung jawab. Mereka selalu berkata bahwa penumpasan besar – besaran yang dilakukan oleh pihak militer kala itu adalah sebuah pelanggaran HAM besar yang perlu diajukan ke mahkamah internasional demi keadilan hukum.

Kalau berkaca saat penumpasan tersebut, memang benar bahwa pihak militer kala itu sangat melanggar HAM. Dan perlu diadili. Namun, tidak pantas jika berkaca saat terjadinya penumpasan tersebut. Kita juga harus melihat dari penyebab mengapa pihak militer melakukan hal demikian. Biar imbang. Dan tidak berat sebelah. Toh pada dasarnya, para santri dan kiyai sudah memaafkan pelaku kebiadaban PKI. Karena memaklumi, bahwa yang seharusnya “dibunuh” itu adalah ideologinya. Bukan orangnya. Namun, karena ideologi tersebut sudah bercokol dikepala manusia, mau tidak mau dia ikut “dibasmi” juga agar tidak “meracuni” orang lain yang kurang mengerti betapa beracunnya ideologi tersebut.

Sangat disayangkan, setelah berpuluh – puluh tahun rakyat indonesia hidup dengan damai, ada yang ingin mengorek luka sejarah tersebut. Ada yang dengan sengaja mengungkit – ungkit luka lama yang sudah dilupakan. Ada pihak – pihak yang dengan sengaja ingin menghidupkan ideologi tersebut. Dengan istilah, KGB alias Komunis Gaya Baru. Terlihat dari beberapa waktu lalu, ada pemuda yang – entah sengaja atau tidak – memakai pin bergambar Palu Arit. Untungnya, segera ditindak oleh pihak berwajib.

Maka dari itu, sudah sepantasnya kita hadang gerakan tersebut dengan kembali mengingat sejarah kelam dari peristiwa G30S/PKI agar bisa belajar darinya. Bahwa, akibat dari ideologi tersebut, menjadikan peristiwa G30S/PKI terjadi. Akibat dari dari ideologi tersebut, militer bertindak tegas demi menjaga stabilitas negara. Akibat dari ideologi tersebut, kedua belah pihak banyak memakan korban. Dan sudah sepantasnya kita mempelajari agama agar ideologi tersebut tidak “menyusup” ke otak kita. Wallahu a’lam.


  • Share:

You Might Also Like

6 komentar

  1. pemuda sekarang gak ngerasain pemuda zaman dulu pas zaman PKI mas. Jadinya begitulah kira-kira prilakuknya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. makanya, harusnya diputar lagi film G30S/PKI biar pemuda sekarang pada paham betapa berbahayanya ideologi tersebut

      Hapus
  2. Halo Rimutho

    Sangat menarik untuk dikaji lebih jauh mas.

    Bagus sekali. Bila perlu ditambah hasil nonton video tokoh tokoh yg trauma terhadap kekejaman PKI seperti video kivlan zen mantan ketua kostrad.

    Silahkan simak untuk memperkuat isi posting ini saudara

    BalasHapus
  3. saya baru paham masalah beginian thanks gan

    BalasHapus

tinggalkan jejak dibawah ini
PS:
sekiranya ingin menambah tali silaturrahim, silahkan follow twitter saya di @RealRiMuTho